BAB 2
MODEL
REGRESI
SOAL
1. Buatlah rangkuman dari
pembahasan di atas?
2. Cobalah untuk menyimpulkan
maksud dari uraian bab ini?
3. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
a. Jelaskanapa yang dimaksud dengan model?
b. Sebutkan apa saja jenis-jenis model
ekonometrika?
c. Jelaskan perbedaan antara jenis-jenis
model ekonometrika?
d. Coba uraikan asumsi-asumsi yang harus
dipenuhi dalam regresi linier?
Jawab
1) Regresi
Dalam
keilmuan ekonomi berfungsi sebagai panduan analisis melalui penyederhanaan dari
realitas yang ada. Model sering diartikan refleksi dari realita atau simplikasi
dari kenyataan. Penulisan model dalam ekonometrika adalah merupakan
pengembangan dari persamaan fungsi secara matematis. Model Regresi mempunyai
bermacam-macam bentuk model yang dapat dibedakan berdasarkan sebaran data yang
terlihat dalam scatterplott-nya. Setidaknya terdapat tiga jenis model
yaitu: Model Regresi Linier, Model Regresi Kuadratik, Model Regresi Kubik. Kata
linier menggambarkan arti bahwa sebaran data dalam scatterplot menunjukkan
sebaran data yang mendekati bentuk garis lurus.
Model
Kuadratik
Salah
satu ciri model kuadratik dapat diketahui dari adanya pangkat dua pada salah
satu variabel bebasnya. Ciri yang lain dapat dilihat dari pengamatan terhadap scatter
plott yang menunjukkan kecenderungan sebaran data membentuk lengkung, tidak
seperti model linier yangcenderung lurus. Model kuadratik dituliskan dalam
persamaan fungsisebagai berikut:
Y = b0 + b1X1 + b2X12 +
e ……….. (pers.5)
Model
Kubik
Salah
satu ciri model kubik dapat diketahui dari adanya pangkat tiga pada salah satu
variabel bebasnya.Ciri yang lain dapat dilihat dari pengamatan terhadap scatter
plott yang menunjukkan kecenderungan sebaran data yang berbentuk lengkung
dengan arah yang beda.
Model
kuadratik dituliskan dalam persamaan fungsi sebagai berikut:
Y = b0 + b1X1 + b1X12 +
b1X13 + e ………..(pers.6)
Notasi
Model
Huruf
Y memerankan fungsi sebagai variabel dependen atau variabel terikat.Huruf X
menggambarkan variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi.Huruf b0 sering
juga dituliskan dengan huruf a, , atau juga 0. Secara substansi penulisan itu
mempunyai arti yang sama, yaitu menunjukkan konstanta atau intercept yang
merupakan sifat bawaan dari variabel Y.Jika nilai b besarnya lebih dari satu
(b>1) maka disebut elastis. Jika nilai b besarnya sama dengan angka satu
(b=1) disebut uniter elastis. Jika nilai b besarnya lebih kecil dari angka satu
(b<1) disebut inelastis.Huruf e merupakan kependekan dari error term atau
kesalahan penggganggu.
Model
Statistik
Model
ekonomi seperti yang dijelaskan di atas, mencerminkan nilai harapan, maka dapat
pula ditulis:
E
(Y) = b0 + b1X1 + b2 X2
Nilai e sendiri merupakan selisih
antara nilai kenyataan dan nilai harapan.
Secaramatematis
dapat dituliskan sebagai berikut:
e
= Y – E(Y) atau e = Y –Yˆ
jadi,
Y = Yˆ + e
karena,
Yˆ = E (Y) = b0 + b1X1 + b2 X2
maka
Y = b0 + b1X1 + b2 X2 + e
Dalam
teori ekonomi, e merupakan representasi dari asumsi ceteris paribus.Agar
terdapat gambaran yang jelas, maka nilai e harus diasumsikan. Asumsi-asumsinya
adalah
1.
Nilai harapan e sama dengan 0 (nol).E(e) = 0, masing-masing random error mempunyai
distribusi probabilitas = 0. Meskipun e bisa bernilai positif atau negatif,
tetapi rata-rata e harus = 0.
2. Variance residual sama dengan
standar deviasi Var (e) = 2 , artinya: masing-masing random error
mempunyai distribusi probabilitas variance yang sama dengan standar deviasi (
2 ). Asumsi ini menjelaskan bahwa residual bersifat homoskedastik.
3.
Kovarian ei dan ej mempunyai nilai nol. Cov (ei, ej) = 0. Nilai nol dalam
asumsi ini menjelaskan bahwa antara ei dan ej tidak ada korelasi serial atau
tida berkorelasi (autocorrelation).
4.
Nilai random error mempunyai distribusi probabilitas yang normal.
2)
Dalam suatu model regresi terdapat dua jenis variabel, yaitu variabel terikat
dan variabel bebas, yang dipisahkan oleh tanda persamaan.Variabel terikat
sering disimbolkan dengan Y, biasa pula disebut sebagai variabel dependen atau
variabel tak bebas cirinya berada pada
sebelah kiri tanda persamaan (=).Variabel bebas sering disimbolkan dengan X,
atau disebut juga sebagai variabel independen atau variabel yang mempengaruhi.
3) a.Model
merupakan gambaran dari gejala yang sebenarnya.
b.Jenis-jenis
model ekonometrika
-
model ekonomi
-
model statistic
c.Model ekonomibiasanya
dituliskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:
Y = b0 + b1X1 + b2 X2Tanda b = parameter,
menunjukkan ketergantungan variabel Y
b0
= intercept, menjelaskan nilai variabel terikat ketika masing-masing
variabel bebasnya bernilai 0 (nol).Dalam model ini nilai e tidak tertera,
karena nilai e diasumsikan non random, model ini tidak mampu menjelaskan
variabel-variabel ekonomi secara pas.
Model
statistic Model ekonomi seperti yang dijelaskan di atas, mencerminkan nilai
harapan, maka dapat pula ditulis:
E
(Y) = b0 + b1X1 + b2 X2
Karena
nilai harapan, maka tentu tidak akan secara pasti sesuai dengan realita. Oleh
karena itu akan muncul nilai random error term (e). Nilai e sendiri
merupakan selisih antara nilai kenyataan dan nilai harapan.
d)-Heteroksiditas
Taksiran
parameter dalam model ini masih bersifat BLUE ( Best,Linear,Ubiased and
Estimator).
-Autokorelasi
Korelasi
antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu seperti data
deret waktu atau ruang seperti data cross-section.
-multikolinearitas
Muncul
jika terdapat hubungan yang sempurna diantara semua variabel independen dalam
model.
-Normalitas
Merupakan
syarat utama dalam regresi dan anova, yang bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Supawi Pawenang,Modul Ekonometrika,2017www.uniba.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar