BAB 3
MODEL REGRESI DENGAN DUA VARIABEL
SOAL
1. Buatlah rangkuman dari
pembahasan di atas?
2. Cobalah untuk
menyimpulkan maksud dari uraian bab ini?
3. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
a. Coba jelaskan apa yang dimaksud
dengan regresi linier sederhana?
b.
Coba tuliskan model regresi linier sederhana?
c. Coba uraikan arti dari notasi
atas model yang telah anda tuliskan?
d. Jelaskan informasi apa yang
dapat diungkap pada konstanta?
e. Jelaskan informasi apa yang
dapat diungkap pada koefisien regresi?
f. Jelaskan kegunaan standar error
Sb?
g. Jelaskan kegunaan nilai t?
h. Coba uraikan bagaimana menentukan
nilai t yang signifikan?
i. Jelaskan Apa yang dimaksud
dengan koefisien determinasi?
Jawab
1) Fungsi regresi yang menggunakan data
populasi (FRP) umumnya menuliskan simbol konstanta dan koefisien regresi dalam
huruf besar,sebagai berikut:
Y
= A + BX + ……….. (pers.3.1)
Fungsi
regresi yang menggunakan data sampel (FRS) umumnya menuliskan simbol konstanta
dan koefien regresi dengan huruf kecil, seperti contoh sebagai berikut:
Y
= a + bX + e ……….. (pers.3.2)
Dimana:
A
atau a; merupakan konstanta atau intercept
B
atau b; merupakan koefisien regresi, yang juga menggambarkan tingkat
elastisitas variabel independen
Y;
merupakan variabel dependen
X;
merupakan variabel independen
Pengembangan
data yang dimaksudkan adalah menentukan nilai X12, nilai
Y2,
serta nilai XY. Perlu diketahui bahwa dalam metode OLS terdapat prinsip-prinsip
antara lain:
1.
Analisis dilakukan dengan regresi, yaitu analisis untuk menentukan hubungan
pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Regresi sendiri akan
menghitung nilai a, b, dan e (error), oleh karena itu dilakukan dengan
cara matematis.
2.
Hasil regresi akan menghasilkan garis regresi. Garis regresi ini merupakan
representasi dari bentuk arah data yang diteliti. Garis regresi disimbolkan
dengan Yˆ (baca: Y topi, atau Y cap), yang berfungsi sebagai Y
perkiraan. Sedangkan data disimbolkan dengan Y saja.
Data yang tidak
berada tepat pada garis regresi akan memunculkan nilai residualyang biasa disimbulkan
dengan ei, atau sering pula disebut dengan istilah kesalahan pengganggu.Jika nilai a >
0 maka letak titik potong garis regresi pada sumbu Y akan berada di atas origin
(0), apabila nilai a < 0 maka titik potongnya akan berada di bawah origin
(0).Setelah tahapan analisis regresi dilakukan sesuai dengan teori-teori yang
relevan,langkah terpenting berikutnya adalah menginterpretasi hasil regresi.
Interpretasi yang dimaksudkan disini adalah mengetahui informasi-informasi yang
terkandung dalam hasil regresi melalui pengartian dari angka-angka
parameternya.Hasil regresi menunjukkan seberapa besar nilai a, b, dan t. Nilai
a menjelaskan tentang seberapa besar faktor-faktor yang bersifat tetap
mempengaruhi inflasi, sedangkan nilai b mencerminkantingkat elastisitas
variabel X. Nilai t sendiri mempertegas signifikan tidaknya variabel X dalam
mempengaruhi Y.
Analisis regresi
pada dasarnya adalah menjelaskan berapa besar pengaruh tingkat signifikansi
variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen. Validitas
(ketidakbiasan) informasi dari nilai-nilai hasil regresi dapat diketahui dari
terpenuhinya asumsi-asumsi klasik, yaitu jika data variabel telah terbebas dari
masalah Autokorelasi, tidak ada indikasi adanya heteroskedastisitas, maupun
tidak terjadi multikolinearitas atau saling berkolinear antar variabel.
2) Model
regresi dengan dua variabel umumnya digunakan dengan simbol berbeda berdasarkan
sumber data yang digunakan. Fungsi regresi yang menggunakan data populasi (FRP)
umumnya menuliskan simbol konstanta dan koefisien regresi dalam huruf
besar,sebagai berikut:
Y
= A + BX + ……….. (pers.3.1)
Fungsi
regresi yang menggunakan data sampel (FRS) umumnya menuliskan simbol konstanta
dan koefien regresi dengan huruf kecil, seperti contoh sebagai berikut:
Y
= a + bX + e ……….. (pers.3.2)
Dimana:
A
atau a; merupakan konstanta atau intercept
B
atau b; merupakan koefisien regresi, yang juga menggambarkan tingkat
elastisitas variabel independen
Y;
merupakan variabel dependen
X;
merupakan variabel independen
Uji
Koefisien Regresi Sederhana (Uji t) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel
independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen
(Y).Signifikan berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi
(dapat digeneralisasikan).
Langkah terpenting berikutnya
adalah menginterpretasi hasil regresi, Interpretasi yang dimaksudkan disini
adalah mengetahui informasi-informasi yang terkandung dalam hasil regresi
melalui pengartian dari angka-angka parameternya.Koefisien determinasi (R2)
pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi
variabel terikat.Besarnya nilai koefisien determinasi adalah di antara nol dan
satu (0<R2<1).
3)
a. Regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X)
dengan variabel dependen (Y).
b. Y’ = A + BX + e
Keterangan:
Y’ =
Variabel dependen (nilai yang diprediksikan)
X =
Variabel independen
A
= Konstanta (nilai Y’ apabila X
= 0)
B = Koefisien regresi (nilai peningkatan
ataupun penurunan)
c. Konstanta
sebesar -28764,7; artinya jika biaya promosi (X) nilainya adalah 0, maka volume
penjulan (Y’) nilainya negatif yaitu sebesar -28764,7.Koefisien regresi variabel
harga (X) sebesar 0,691; artinya jika harga mengalami kenaikan Rp.1, maka
volume penjualan (Y’) akan mengalami peningkatan sebesar Rp.0,691. Koefisien
bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara harga dengan volume
penjualan, semakin naik harga maka semakin meningkatkan volume penjualan.
d. Untuk
menentukan letak titik potong garis pada sumbu Y.
e.untuk mengetahui arah hubungan
antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk
memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen
mengalami kenaikan atau penurunan.
f. Untuk
menguji hipotesis bahwa b secara statistic signifikan, perlu terlebih dulu
menghitung standar error atau standar deviasi dari b.
g. nilai t untuk menentukan
signifikan tidaknya variabel X dalam mempengaruhi variabel Y.
h. Untuk
menentukan signifikan tidaknya nilai t hitung adalah melalui upaya
membandingkan dengan nilai t tabel, maka dapat diketahui bahwa, jika nilai t
hitung > t tabel, maka signifikan. Jika nilai t hitung < t tabel, maka
tidak signifikan.
i.
Koefisien determinasi (R2) adalah mengukurseberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variasi variabel terikat besarnya nilai koefisiendeterminasi.
Supawi Pawenang,Modul ekonometrika,2017www.uniba.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar